Diuber Janda
Ekspresi penuh rona di wajah Amin saat berbincang dengan Jihan, membuat Pak RW Darwis mengulum senyum, sepertinya ia tahu kenapa Amin mengikhlaskan motornya hilang oleh Jihan.
"Saya pamit, Pak. Harus ke bengkel lagi," ucap Amin sambil berdiri dari duduknya, lalu dengan khidmat ia mencium punggung tangan Pak RW.
"Makasih ya, Bang Amin," ucap Jihan sekali lagi, ia pun berdiri dari duduknya dan berjalan mengantar Amin sampai ke depan pintu.
Hot Chapters