Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pewaris Pedang Sulur Naga

Pewaris Pedang Sulur Naga

Hati Selasih kesal karena mereka satu kuda. Sore hari mereka memasuki sebuah kampung kecil. Kampung itu hanya ada sepuluh rumah, tetapi bangunan rumahnya besar dan bagus. Terletak di dekat sebuah bukit kecil dan sungai berair deras. Meskipun kecil, kampung itu cukup ramai. Banyak orang singgah di sana untuk istirahat setelah melewati padang rumput yang sangat luas.
8.520.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 555 kali sebagai kampung legetan
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Dia masih bisa melihat banyaknya pepohonan yang sangat tinggi yang menutupi kampung kecil itu dengan batang pohonnya yang menjulang tinggi. Kampung Sepuh pada saat itu sangatlah ramai, tua, muda, anak-anak, orang dewasa, wanita, juga pria tumpah ruah di jalanan kampung yang tidak berubah hingga sekarang. Bahkan, banyak sekali Kerbau Bule (orang Belanda) yang terlihat hilir mudik dengan kumisnya yang tebal serta buku besar juga tas dengan kotak-kotak kaca kecil yang diisi oleh tumbuhan dan hewan-hewan yang dikurung di dalamnya.
10126.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai kampung legetan
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
mizall works
weleh itu udah 70an aja gem vote nya, kirain bakal bisa nyalip ke nomor 1 dengan cepat wkwkwk. sukses terus kang berkarya. salam dari kami di batam main" atuh kesini mungkin bisa dapat referensi novel baru haha
Baca Semua Ulasan
BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

BUKAN MENANTU KAMPUNGAN

“Aku menerima fotonya, tapi tidak seperti ini. Aku malah menyangka kalau rumah yang dibeli kak Leo ada di kampung.” “Kalau dikampung, bagaimana kamu bisa menikmatinya?” Kekeh kak Leo. “Aku akan merenovasinya karena ini rumah second. Aku harap rumah ini nyaman untuk kamu tempati, dan aku rasa tidak terlalu jauh dari rumahmu juga bukan?” Aku melihat sekeliling rumah ini masih banyak bahan bangunan yang ditaruh di dalamnya. Ada semen, batu bata, besi-besi. Kak Leo memperlihatkan gambar desain dalam rumah ini dengan tersenyum.
9.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai kampung legetan
Baca
+Pustaka
Di balik Kematian Adikku

Di balik Kematian Adikku

aku berjalan ke pengkolan tempat tukang ojek konvensional mangkal. "Bang, ojek," kataku. "Iya, Mbak," Seorang anak muda mengeluarkan sepeda motor dan mendekat padaku. "Kampung Peteng, Mas," kataku sambil naik. Nama kampungku Peteng, dalam bahasa Jawa artinya gelap. Ada ceritanya, lho ... Dulu, katanya waktu akhir tahun delapan puluhan, sedang giat-giatnya listrik masuk desa di kecamatan kami. Dari tujuh belas kelurahan yang ada, semuanya sudah menyala listrik kecuali desa kami yang masih Peteng ~gelap~ dikarenakan lokasi yang sulit untuk instalasinya. Harus melewati hutan jati yang lumayan luas, perkebunan dan jalan yang belum mulus. Dari situ lah semua orang kalau menyebut desaku dengan seb
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai kampung legetan
Baca
+Pustaka
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

Usaha dan rumah mewah itupun dipercayakan pada tangan kanan Huda. Mereka menetap di kampung dengan fasilitas sederhana. Kehidupan kampung yang mereka pikir akan lebih tenang dan nyaman dengan kesederhanaan, ternyata tak semudah yang mereka bayangkan. Mereka selalu difitnah dan dihina miskin hanya karena pulang kampung dengan motor jadul, padahal punya showroom mobil di Jakarta. Setelah hidup di kampung, terkuak pula masa lalu Ningrum.
10101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai kampung legetan
Baca
+Pustaka
Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander

Salah satu dari banyak pepatah buatan Papa yang kuingat adalah, "Orang kampung menghirup udara segar dengan aroma tai kambing, sedangkan orang kota membau asap kendaraan yang diselubungi minyak wangi mahal" Ketika kami tiba di gapura sederhana Desa Ugimba, alangkah terkagumnya kami. Jantungku ikut berdentum kencang laksana gendang ditabuh, itu karena desa ini sangat amat dekat dengan Pegunungan Jayawijaya yang membentang luas dan menjulang tinggi. Sampai-sampai puncaknya pun tertutup awan pagi, juga ujung hulu ke hilir tertutup embun.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai kampung legetan
Baca
+Pustaka
Nelayan Perkasa Pemikat Wanita

Nelayan Perkasa Pemikat Wanita

Dua jam perjalanan dilalui, mereka tiba di pantai pulau seberang tempat asal bapaknya Windy saat hari telah beranjak sore, mereka masih harus melewati tepian hutan untuk bisa masuk ke pemukiman. "Nah, kita sampai!" Windy menatap jauh ke depan, sekitar satu kilometer di depan sana ada perkampungan. Namun keadaan di kampung itu jauh berbeda dari kampung tempat mereka tinggal, sebut saja desa itu bernama kampung Alor. Kampung Alor memiliki penduduk yang sangat sedikit, hanya ada lima puluh kepala keluarga. Jika di desa Yudha kebanyakan warga hdup sebagai nelayan, di Kampung Alor ini warga desa bekerja sebagai petani karena memiliki lahan yang subur. Hal yang pertama mereka lakukan yaitu mendata
9.312.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 406 kali sebagai kampung legetan
Baca
+Pustaka
Gelora Asmara Preman Kampung

Gelora Asmara Preman Kampung

ucap Mila masih seperti tidak percaya. "Yoi," timpal Dirga dengan senyuman bangga. "Preman kampung ..." ucap Mila hingga membuat senyuman Dirga memudar. "Terserah kamu, mau nyebut preman kampung atau preman pasar. Yang penting kamu serius kerjanya," ucap Dirga. "Keluar dari kandang kambing malah masuk kandang garangan," celetuk Mila. Dirga memutar bola matanya, lalu tersenyum kecil. Dia paham, mungkin gadis di hadapannya itu ragu karena harus tinggal bersama orang asing.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai kampung legetan
Baca
+Pustaka
Perjalanan Sang Batara

Perjalanan Sang Batara

tanya Rara Wilis membuat Jaka tersentak kaget. "Bagaimana kau tahu tentang Kampung Setan itu Dewi Mawar Biru!?" tanya Jaka membuat Rara Wilis sedikit kaget melihat tanggapan Jaka Geni. "Kampung Setan adalah Kampung Halaman Lawe Segara. Kampung itu dulunya masih ikut Kerajaan Wates yang dipimpin seorang Raja. Namun saat Raja itu di lengserkan dan berganti kekuasaan, Kampung Setan berdiri sendiri dan tidak mengakui pemimpin baru mereka. Lawe Segara adalah saudara dari Laweni yang menjadi pemimpin di Kampung itu. Aku tahu semua tentang Kampung gaib dari guruku, Dewi Ular Anggatri." kata Rara Wilis menerangkan.
1011.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai kampung legetan
Baca
+Pustaka
Dihina Miskin Saat Pulang Kampung

Dihina Miskin Saat Pulang Kampung

celetuk Bu Mega. "Bener tuh apa kata, Bu Mega. Percuma juga kamu jauh-jauh nikah sama orang kota, Mira, kalau kehidupan kamu ternyata lebih susah dari orang kampung. Mendingan hidup di kampung, setiap saat bisa bertemu sama orang tua kamu. Ini mah sudah hidup jauh, jarang pulang lagi. Tetapi sekalinya datang, nggak pernah ada perubahannya. Hidup kamu itu kalah maju, dengan orang kampung. Teman-teman kamu juga, kehidupannya sudah banyak perubahan, mereka sudah punya ini dan itu. Sedangkan kamu punya apa? Apa yang akan kamu banggakan sama kami," tanya Uak Risma, ibunya Mbak Nina.
7.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai kampung legetan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status