تصفية بواسطة
تحديث الحالة
الجميعمستمرمكتمل
فرز
الجميعشائعتوصيةمعدلاتتحديث
Paman Untuk Ibuku

Paman Untuk Ibuku

Setelah kematian suaminya, Alisha hanya hidup berdua dengan putra kecilnya, Leon. Kehilangan itu meninggalkan luka yang dalam sekaligus kenangan yang sulit dilupakan. Sebuah kecelakaan tunggal merenggut segalanya dan mengubah hidup mereka. Tak ingin melihat menantunya berjuang seorang diri, mertuanya mengajak Alisha dan Leon untuk tinggal bersama. Saat mencoba menjalani hari-hari di rumah peninggalan suaminya, Alisha justru dihadapkan pada kepingan memorinya yang baru tersusun dari adik mendiang suaminya, Sebastian. “Kamu salah kalau mengira aku cuma sekadar pengganti Reygan. Ada banyak hal yang tidak kamu tahu, Alisha.”
859 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 21 مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Istri dari mendiang sahabat suamiku mengunggah foto hasil pemeriksaan kehamilan. “Terima kasih atas spermamu yang memberiku kesempatan memiliki anak sendiri.” Aku melihat di kolom suami tertera nama suamiku, Benson. Lalu, meninggalkan komentar tanda tanya. Tak lama kemudian, Benson langsung meneleponku dan memarahiku habis-habisan. “Dia itu seorang janda dan hidupnya kesepian. Dia hanya ingin punya anak supaya ada teman di rumah, biar agak ramai. Masa kamu nggak punya sedikit pun rasa toleransi?” “Lagipula, Celvin itu sahabat baikku. Dia sudah meninggal, jadi wajar kalau aku menjaga istrinya. Ini namanya setia kawan, kamu mengerti nggak, sih?” Tak lama kemudian, janda sahabatnya itu kembali memamerkan foto sebuah apartemen mewah tipe penthouse di Sandona. “Untung ada kamu yang menemaniku, membuat aku kembali merasakan hangatnya sebuah rumah.” Melihat foto punggung Benson yang sedang sibuk di dapur, aku pun berpikir, sepertinya pernikahan ini memang sudah waktunya berakhir.
4.8K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 167 مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
2.1K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 84 مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
Mau Menggoda Suamiku? Hadapi Dulu Aku!

Mau Menggoda Suamiku? Hadapi Dulu Aku!

Muasyarah
Sudah kukatakan, kamu belum cukup terlatih untuk menjadi pelakor. Apalagi harus berhadapan dengan istri sah sepertiku! Yuk, baca kisahnya. Istri cerdik, kok dilawan!
1.8K وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 53 مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
Jangan Menolakku

Jangan Menolakku

"Jangan memaksaku untuk melakukan hal hal yang bisa membuatmu masuk penjara, King Evan Aizaer!! Jangan lupa kalau di sini aku yang berkuasa!" Dengan setengah menjerit, Isaura Chana melangkahkan kakinya mundur, karena lelaki yang tengah menatapnya tajam itu pun kembali melangkah mendekat. "Berkuasa? Aku harap kamu tidak lupa, wahai nona besar Isaura Chana, di mata dunia aku yang berkuasa atas kamu, buku nikah yang kita punya adalah simbol bagaimana negara menghalalkan istri untuk suaminya ...." Evan berkata dengan mulut menyeringai. "Dan aku mau itu sekarang!"
104.6K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 91 مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
SANG DEWA PENYEMBUH

SANG DEWA PENYEMBUH

“Gak bisa, Run ….” Tiba-tiba istrinya Paman Hanif, Bibi Isti, bersuara sembari keluar dari ruang dalam rumahnya, langsung memotong kalimat Harun. “Kami juga sedang butuh dana untuk membesarkan usaha kami. Tolong kamu cari dulu pinjaman di tempat lain, ya? Operasi jantung ibumu diundurkan dulu, sampai kamu mendapatkan biaya operasinya.” Kalimat itu sebuah penegasan, bahwa ia tak mungkin mendapatkan bantuan lagi di tempat itu. Harun pun pamit dengan perasaan kecewa dan putus asa. Pamannya pun tidak bersedia lagi mengulurkan tangan mereka, walau dalam bentuk pinjaman.
387 وجهات النظرمستمرأُضيف إلى المكتبة 14 مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
Ratu Indigo VS Bad Boy

Ratu Indigo VS Bad Boy

“Jangan lewat sana!” Amira menarik tangan Raga keras. Dia melotot saat melihat Raga menepis tangannya. “Kalau mau narik perhatian cowok, tidak harus begini.” Raga sinis menatap. “Aku akan melaporkan kamu sebagai penguntit.” Amira menendang kaki Raga karena terlampau kesal. “Ya sudah, pergi sana kalau kamu mau mati!” ketus Amira tidak peduli. Raga tidak tahu saja kalau Amira bisa melihat masa depan. Lima belas menit lagi, akan ada penjahat yang menangkap cowok itu. Biar saja. Menolong Raga pun tidak ada untungnya buat Amira.
1012.7K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 393 مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
Ginjal untuk Kekasih Lain

Ginjal untuk Kekasih Lain

Pihak rumah sakit mendadak meneleponku untuk mengabarkan bahwa slot donor ginjal yang sudah kudapatkan, diberikan suamiku kepada cinta idamannya. Aku menanyakannya dengan tegas, tetapi dia berkata, "Hanya satu ginjal saja, emang kamu begitu terburu-buru?" "Kalau Shafira membutuhkannya, berikan saja dulu padanya. Lagi pula, kamu juga tidak akan mati dalam waktu dekat!" Aku memegang bukti pemeriksaan uremia miliknya di tangan, tiba-tiba merasa bahwa tiga tahun pernikahanku seperti lelucon belaka. Baiklah, dia memang benar. Bukan aku yang sakit, kenapa aku harus panik?
1.5K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 45 مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

"Bu Teresa, berkas pengunduran dirimu sudah disetujui oleh Pak Alex, tapi dia nggak sadar bahwa yang mengundurkan diri adalah kamu. Perlu aku ingatkan dia?" Mendengar kabar dari telepon itu, Teresa perlahan menundukkan pandangan, "Nggak perlu. Biarkan saja seperti ini." "Tapi kamu sudah empat tahun jadi sekretaris di sisi Pak Alex. Dia paling puas dengan kinerjamu dan juga paling nggak bisa lepas darimu. Soal pengunduran diri ini, apa kamu benar-benar nggak mau mempertimbangkannya lagi?" Bagian personalia membujuk dengan sabar, tetapi Teresa hanya tersenyum kecil.
9.166.7K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 2.3K مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
Dari Pacar Sewaan, Berakhir di Pelaminan

Dari Pacar Sewaan, Berakhir di Pelaminan

"Lima ratus ribu sekali jalan. Tanpa perbuatan mesum. Kalau mau pelukan, gandengan tangan, ada ongkos tambahan, Pak," ucapku. "Kalau dibawa ke kondangan buat pamer ke keluarga, berapa biaya tambahannya, Han?" tanya Pak Akhtara, manajerku. "Saya tanyakan adminnya dulu, Pak." "Sekalian tanyakan, apa bisa kamu dibooking untuk beberapa bulan ke depan dengan modus pura-pura jadi tunangan saya?" Aku menatapnya terkejut, "Maaf, Pak?" "Anggap aja saya pelanggan setiamu. Nanti ada bonus dari saya kalau kamu mau dan nurut sama perjanjian kita. Gimana?"
9.769.2K وجهات النظرمكتملأُضيف إلى المكتبة 1.5K مرة ضمن kamu keterlaluan
قراءة
+مكتبة
السابق
1
...
454647484950
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status