Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan untuk Sepupu Celamitan

Pembalasan untuk Sepupu Celamitan

Bu Asih memegang sebuah rantang yang berisi beberapa anak tikus di dalamnya. Bulu kudukku merinding melihat bayi tikus yang masih merah bergelimpangan di sana. Beberapa ibu-ibu berteriak-teriak melihatnya karna geli, anak tikus itu pada menggeliat. Entah apa maksud dari Bu Endang memasukkan beberapa anak tikus ke dalam rantang dan di selipkan di sela-sela tumpukan karung bekas beras.
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai kandang tikus
Baca
+Pustaka
My Hot Boss

My Hot Boss

ucap Jhon yang melihat Dipo datang dengan seperangkat alat tempur membasmi tikus,mulai dari semprotan serangga,lem tikus hingga jaring penjebaknya. “Untuk menangkap tikus dong?” ucap Dipo sambil menggelengkan kepalanya. “Apa muat?” ucap Jhon sambil melongo. “Hahh! Tikusnya besar sekali? Kamu yakin ada tikus jenis giant disini?” ucap Dipo terperanjat kaget. Mendengar dan melihat ekspresi Dipo tersebut, Jhon pun meringis sambil mengacak-acak rambutnya yang sedikit panjang itu.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai kandang tikus
Baca
+Pustaka
Nazar Poligami

Nazar Poligami

seru Bang Karmin menambah kegaduhan suasana. Orang-orang yang sedang mengantre makanan menatap wadah berisi makanan. Saat diaduk di setiap wadah terdapat binatang menjijikan. Mulai dari kecoak, cicak, bahkan anak tikus. Beberapa orang langsung muntah melihat itu. Sementara Bang Karmin langsung melarikan diri. Tugasnya sudah selesai. "Ayo, Neng!" ajak Bang Karmin sembari naik ke atas motornya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai kandang tikus
Baca
+Pustaka
Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

Tak Ada Istri, Mertua dan Ipar pun Jadi

ucap Bambang sambil meloloskan handuk dan memakai celana pendeknya dengan cepat. “Tikus? Masa Apartemen mewah seperti ini ada tikusnya?! Udah di sebelah ada yang bunuh diri sekarang malah ada tikus yang berkeliaran di atas sana! Nyesel banget aku beli unit Apartemen ini!” ucap Dian tak terima. “Sudah-sudah. Ini sudah malam. Ayo kita tidur sekarang,” ajak Bambang, menuntun Dian naik ke atas ranjang.
9.8822.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16.4K kali sebagai kandang tikus
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
malapalas
Izin promosi ya kak, buat yang suka genre Romance + Action + Werewolf & Secret Baby, mampir ke judul 'Anak Rahasia Sang Alpha' di GoodNovel ya. Lagi seru-serunya bab 170 lebih nih kak. Mksh yang sdh mau mampir.
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

Aku Pria Biasa yang Tinggal dengan Enam Wanita Berbahaya

“Busuk, sempit, dan mungkin dipenuhi tikus.” Aira menatap Raka. “Masih bisa mundur.” Raka melihat lubang gelap itu. Lalu mengingat foto Bima. “Tidak.” Mereka merangkak keluar melalui saluran itu. Benar kata Kirana. Busuk. Sempit. Dan ada tikus. Raka mencoba tidak menjerit ketika sesuatu kecil berlari melewati tangannya. Aira menoleh ke belakang dengan wajah puas.
10860 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kandang tikus
Baca
+Pustaka
Take this Witch CEO Lady (Indonesia)

Take this Witch CEO Lady (Indonesia)

Kelihatannya, Andre tidak menyukai dan menduga situasi ini. "Sebenarnya aku masih memiliki urusan, ada segerombolan tikus yang sangat menggangguku akhir-akhir ini. Terima kasih telah menyisihkan waktumu untukku, aku mungkin akan berkunjung ke apartemenmu untuk melihat pria seperti apa suamimu itu," pamit Andre sopan. "Sama-sama Tuan Andre," balas Anna sama sopannya.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai kandang tikus
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

Soalnya ia juga pernah dengar ada yang gibahin mereka di kantin. "Gila, dapet info dari mana lo?” tanya Anissa tidak percaya dengan apa yang Haikal sampaikan. Hayden ikut curiga dan tidak percaya dengan info selengkap itu. Yah, itu wajar selama yang nyari info Haikal karena temannya hampir satu sekolahan. “Nyebar hoax dosa lu, gila.” “Demi Allah gue denger sendiri di kantin,” bela Haikal dengan kesal. Regar dan Mahesa yang sudah risih topiknya jadi lari, menatap satu sama lain lalu menaikkan kedua bahu.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kandang tikus
Baca
+Pustaka
Kultivator Surgawi

Kultivator Surgawi

Benda apa itu tadi? Banyak orang menatap dengan saksama pada mata hijau yang menyeramkan yang muncul. Saat mata-mata itu perlahan muncul dari kegelapan, mereka menyadari bahwa itu adalah sekelompok tikus raksasa, masing-masing sebesar babi hutan. Semua orang menghela napas lega setelah melihat ini. Dia menghela napas lega. Ternyata itu hanyalah sekelompok tikus. Meskipun tikus-tikus ini tidak kecil, tingkat kultivasi mereka tidak tinggi. Tingkat kultivasi tertinggi hanya setengah langkah Yang Mulia Surgawi.
1037.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 903 kali sebagai kandang tikus
Baca
+Pustaka
Tulang wangi

Tulang wangi

jawab gua spontan. Abis nelen ludah, gua tanya, “Kang, mau ke mana malem-malem gini?” Mereka berhenti tiga langkah dari gua, napasnya terburu. Salah satunya jawab dengan logat Sunda: “Bade ngalayat, Jang.” Kening gua langsung berkerut. “Hah? Siapa yang meninggal?” “Mang Sarmin, Jang.” Gua reflek berdiri, kursi kayu nyeret bunyi.
515 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai kandang tikus
Baca
+Pustaka
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

Mila hanya lah seorang istri yang seharusnya menurut dengan perkataan suami. Akhirnya Tio masuk ke dalam kamar karena Angga sudah mengantuk. Tio telah memasak telur ceplok untuk Angga dan disuapi juga oleh Tio. "Kalau kamu nggak ikut pindah besok juga nggak apa-apa. Tapi aku nggak bisa kasih apa-apa ke kamu, Mas. Karena sekarang kan aku yang bekerja. Jadi sudah seharusnya kamu menurut sama apa kataku. Rumah itu jauh lebih baik lah dari rumah ini yang banyak tikus dan kecoa setiap hari." Mila melirik ke kanan dan ke kiri. Ia merasa memang rumahnya itu sudah sepatutnya ditinggalkan.
16.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 444 kali sebagai kandang tikus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status