Godaan Ibu Kos Cantik
Tepukannya di punggung Dimas membuat Dimas terbatuk karena saking kerasnya.
“Semoga, segala sesuatunya lancar ye, Dim. Ini memang nggak banyak, tapi setidaknya bisa nambahin isi dapur lo yang gede banget itu. Hehe.” Genta menyodorkan sekantong kresek hitam yang isinya samar terlihat: gula pasir, teh celup dan entah apa—tampaknya makanan.
Dimas mendorongnya kantong itu kembali. “Gen ….”