Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda
Aku bisa melihat bahunya naik turun, menahan sesuatu yang ingin meledak.
“Apa lagi yang kamu mau, hah?”
Ibu berbalik, suaranya bergetar tipis, tapi masih berusaha tegak.
Wanita itu menyilangkan tangan di dada.
“Kebenaran. Atau setidaknya pengakuan," ejeknya sinis.
"Kebenaran tentang apalagi?!"
Suara ibu meninggi, tangannya terkepal menahan amarah yang memuncak.
"Tentang bagaimana kamu bisa kaya raya dalam waktu sesingkat ini?"