BUKAN MENANTU KAYA
“Makasih banyak ya, Bu Bos. Jazakillahu ahsanal jazaa.“ Aku mengucapkannya dengan penuh syukur.
“Sama-sama. Ibu pulang, ya. Assalamualaikum,“ pamitnya.
“Waalaikumussalam,“ ucapku.
Tak hentinya kuucapkan syukur untuk semua kemudahan yang Allah berikan melalui Pak Bos dan Ibu Bos. Mereka bukan hanya kaya raya dan dermawan, tapi mereka juga tak pandang bulu. Berbaur dengan siapapun, tak peduli kaya tak peduli miskin, tak memandang kasta ataupun jabatan. Tak pernah ada sifat dan sikap sombong yang biasanya ditunjukkan kebanyakan orang kaya lain. Di bidang itu, aku harus meniru mereka.
Mas Hasan menghampiriku dengan senyuman lebar. Dia baru datang, setelah mengantarkan Ibu dan Pak Bos sampai park
Hot Chapters