My Dearest Cahaya
“Ayo buruan, ikut ayah, daripada luntang lantung gak jelas gini. Siapa tahu dapet jodoh di sana.”
“Ah! Di sana lokal semua, aku mau yang internasyenel!”
“Gak bundanya, gak anaknya, seleranya sama aja! Entar tahu-tahu malah dapat lokal semua.”
“Oh my!” Aya berdiri menghentak kakinya dengan rengekan kesal. “Ayah itu bawelnya ngalah-ngalahin bunda tahu gak.” Gadis itu kemudian pergi menaiki anak tangga sambil berteriak. “Ayah duluan aja, bentar aku nyusul. Mau keliling soalnya.”
Hot Chapters