Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Tuturnya sebelum beranjak pergi. "Pe-De sekali dia." Gerutuku. Aku hanya diam mematung melihat kartu nama di hadapanku. Rasendria Group. ERLAND RASENDRIA. DIREKTUR UTAMA. Tanganku gemetar mengeja aksara pada kartu kecil di hadapanku. Bukankah ini perusahaan terkenal? Lalu sekejap kemudian mataku beralih ke tubuh tegap yang keluar dari kafe dan melesatkan mobil Lexus hitamnya. Jadi yang ada di depanku adalah orang itu? Yang dibicarakan di infotainment dan masuk nominasi di majalah Forbes tahun ini sebagai pria terseksi dan terkaya.
9.74.2K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as karna val
Read
+Library
Revansha

Revansha

"Ada. Seblak kan pedas, lihat aja tuh muka si Karin, kayak kuas seblak. Merah padam." "Enak aja lo kalau ngom–" Andre ikut jengah melihat keadaan di depannya. Cowok itu mengurut pangkal hidungnya. "Karin, Radit! Bisa nggak kalian akur dulu untuk kali ini aja, demi keberlangsungan acara 17 agustusan tahun ini." "Gue, sih, tergantung Karin." Karin membuang muka malas. "Gue? Bisa, kok," sahutnya dengan nada kesal.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as karna val
Read
+Library
Runtuh di Tangan Karma

Runtuh di Tangan Karma

"Lepas pakaiannya dan usir keluar! Biar dia juga tahu rasanya dipermalukan!" Dalam kekacauan itu, beberapa orang mulai ikut bersuara. Beberapa tangan yang berniat buruk mulai menjulur ke arahku. Rasa hina dan putus asa membuat tubuhku gemetar. Dengan sisa tenaga, aku melindungi diri, suaraku serak namun tegas. "Aku Wanda Linarta, putri sulung Keluarga Linarta! Kalian berani nyentuh aku?!"
2.2K viewsCompletedAdded to Library 44 Times as karna val
Read
+Library
Ikrar Dendam

Ikrar Dendam

"Dia tidak mengetahui keseluruhan proyek. Informasi yang dimilikinya terbatas." Arman bangkit dari kursinya. Untuk pertama kalinya sejak Raven masuk, terlihat ada sedikit ketegangan di wajah pria itu. "Terbatas bukan berarti tidak berbahaya." "Aku mengerti." "Tidak, kau belum mengerti." Kata Arman. Raven terdiam. "Fardan hanyalah seorang perantara kecil. Jika orang seperti dia bisa mengetahui nama proyek kita, berarti ada kebocoran yang jauh lebih dalam." Arman berjalan mendekati jendela.
10759 viewsOngoingAdded to Library 21 Times as karna val
Read
+Library
Hasrat Kakak Tiri

Hasrat Kakak Tiri

Nama Reno—temannya yang bekerja di bar dekat apartemen Arion. Telepon tersambung. “Yo,” suara Reno terdengar dengan dentuman musik latar. “Kenapa, Ka?” “Lo lihat Shana malam ini?” tanya Arka tanpa basa-basi. Hening sejenak. “Shana siapa?” “Cewek. Rambut panjang. Jaket hitam.” “Oh.” Reno berpikir. “Nggak ada. Gue dari sore di sini.”
7.2K viewsOngoingAdded to Library 171 Times as karna val
Read
+Library
ARJUNA

ARJUNA

Julia dengan gampang bilang iya. Kata Kak Lino, diantara anak-anak Papi dan Mama, Arjuna memang yang paling ganteng setelah Kak Lino tentu saja dari versinya Kak Lino. Katanya pesona Arjuna itu ada di bagian mata dan bibir. Dibawah mata kiri Arjuna ada mole kecil yang manis banget versi Mama. Kemudian bagian bibir begitu cipokable kalo kata Raina dan Saka. Makanya harus dimanfaatkan.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as karna val
Read
+Library
Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

“Kau tahu siapa Gema, bukan?” Karno mengangguk dengan cepat. “Ya, Yang Mulia. Dia adalah murid Raja Jayabaya.” “Benar,” kata Arjuna, suaranya berbisik tajam. “Dan dia juga merupakan ancaman terbesar bagi masa depanku. Aku ingin kau memastikan bahwa dia tidak akan pernah bisa mengklaim apa yang menjadi hakku. Kau akan meracuni Gema.” Wajah Karno langsung pucat mendengar perintah itu. “Meracuni... Yang Mulia, jika saya ketahuan, saya pasti akan dihukum mati!”
103.6K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as karna val
Read
+Library
Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api

Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api

Di antara rasa takut dan kagum, mulutnya terbuka lebar. Jayanta “Eh, Arjuna menyebut dirinya itu Karna??” Karna tidak mendengar komentar konyol Jayanta. Pandangannya terpaku pada altar hitam di depannya, tempat energi gelap terus berputar, mencoba melawan cahayanya. Dengan langkah perlahan namun mantap, Karna mendekati altar. Tangannya terulur, dan dari dalam lingkaran cahaya emasnya, pedang Agni Narakastra muncul, menyala dengan api berwarna merah dan emas.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as karna val
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status