Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Gairah Cinta Berselimut Takdir

Gairah Cinta Berselimut Takdir

Sang bandar kemudian membagikan masing-masing dua kartu pada Bella dan Tescara dengan tiga kartu yang disimpan sejajar di atas meja. Bella membuka kartu yang didapatnya, King Sekop dan King Hati. Kemudian sang bandar membuka tiga kartu di atas meja, King Keriting, As Hati, dan As Wajik. Bella diam-diam melirik dari balik bulu matanya untuk menatap ekspresi Tescara di hadapannya, tetapi percuma karena tidak ada apa-apa yang terlihat di sana. Sedangkan di balik penutup kepala jubah hitam tersebut, Tescara menerbitkan seringai di wajahnya dan bergumam rendah, "Menarik ...."
1092.3K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as kartu kawan
Show Reviews (41)
Read
+Library
morning glory
Dari awal baca GCBT sampe end bener2 suka banget setiap chapter selalu bikin deg degan serasa dibawa ke ceritanya, karakternya juga keren keren pokoknya keren abis thor...ditunggu karya selanjutnya thor
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
KINASIH

KINASIH

Asih mengangguk, mengamati sepasang suami istri yang kini masih berdiri di dekat motornya. "As, kau harus hati-hati sama Eko, dia juga tukang judi. Itu lho yang lewat hape, apa namanya ya?" Bude Tarti berbisik dan menoleh ke teman di sampingnya. "Anu, apa ya ... selot ... selot apa sih?" "Itu lho, As. Ngeslot. Judi slot. Menang sekali, kalahnya ribuan kali. Tapi herannya banyak yang nggak sadar juga."
1.5K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as kartu kawan
Read
+Library
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Bukan barang-barang sengketa, yang kerap ingin ia rampas dari Zainab. Sejurus kemudian, Bu Mitha membuka kardus perlahan. Ia mengeluarkan benda-benda yang dulu sangat dibencinya. Medali wisuda, tabung wisuda dan sebuah boneka lucu. Barang lain yang ia keluarkan adalah sebuah gaun anak-anak berwarna merah darah dan berbahan tulle yang mengembang indah. Berikutnya adalah kumpulan bola tenis yang telah ditandatangani nama ayahnya. Bu Mitha merogoh lebih dalam. Ia mengeluarkan sepasang sepatu yang telah mengelupas karena di makan usia, sebuah blazer merah marun, bolpen emas, serta buku-buku bisnis yang populer di zaman itu. Merogoh lebih dalam lagi, Bu Mitha mengeluarkan beberapa kartu ucapan.
1031.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as kartu kawan
Read
+Library
Janda Tangguh Dikejar Mantan Suami

Janda Tangguh Dikejar Mantan Suami

Begitu rupanya? Pria bernama Zayyan itu meletakkan lima lembar kartu dengan gambar berbeda di atas meja. Ada gambar simbol dollar, berlian, mobil, pensil dan kotak kado. Aku kembali menatap dua pria itu bergantian. “Kak Riswan belum menjelaskan padanya?” tanyanya heran menatapku dan Riswan. “Sudah, tapi sepertinya Risa belum memahami sepenuhnya.” Riswan mengedikkan bahu lalu menatapku.
108.5K viewsOngoingAdded to Library 212 Times as kartu kawan
Read
+Library
Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

Perjanjian Panas dengan Bos Arogan

tanya Agatha. Mereka bingugn sebentar sebelum menjawab. “Kami—” “Tunggu..” Agatha merogoh tasnya. mengeluarkan sebuah kartu. Sebenarnya kartu belanja yang ia dapatkan dari sebuah sponsor… Lumayan isinya masih ada 5 atau 7 jutaan.. “Gunakan kartu ini untuk berbelanja dengan penggemar Aiden yang lain. atau kalau masih sisa. Kalian gunakan untuk berbagi dengan penggemar yang lain.” memberikan kartu itu pada mereka.
1067.2K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as kartu kawan
Read
+Library
Pemulung Konglomerat 2

Pemulung Konglomerat 2

jawab Pria itu. “Tu-Tuan, bolehkah saya melihat kartu itu sebentar?” pinta Joe, dengan nada bicara gugup. “Nih, Tuan ….” Michael memberikan kartu yang dipegangnya pada Joe. Dengan tangan yang gemetar, Joe mengambil kartu itu, “Astaga … ternyata, seperti ini bentuk dari kartu Eksklusif itu … wah, gila …,” kata Joe, menggelengkan kepala dengan matanya yang berbinar-binar, takjub melihat kartu itu.
9.3124.7K viewsOn holdAdded to Library 3.6K Times as kartu kawan
Show Reviews (75)
Read
+Library
A_W
Halo, Kakak-kakak semua, wah udah lama ga update yak? Maaf ya, saya udah coba buat ngelanjut next bab nya, tapi sepertinya rada-rada susah gitu, hehe. Mungkin, efek dari ga bisa ngudut kali yak, wkwk, puasa... Tapi tenang, berhubung makalah untuk kuliah udah kelar, lusa saya udah mulai aktif lagi.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Candu Obsesi Sahabatku

Candu Obsesi Sahabatku

“Ayo pulang,” suara pria tampan yang menjemput Adeline pulang dari shopping dengan teman - temannya. “Astaga aura Kenzo ganteng banget, idaman wanita gak sih. Beruntung banget Adeline punya sahabat kayak Kenzo.” “Gue masih heran, kenapa Kenzo begitu posesif dengan Adeline. Kalau dipikir Adeline punya pacar si Galuh itu.”
467 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as kartu kawan
Read
+Library
Jerat Obsesi Dua Presdir Berkuasa

Jerat Obsesi Dua Presdir Berkuasa

"Pakai ini...." Sebelum Deela berhasil mengambil kartunya, sebuah kartu hitam sudah diletakkan di meja kasir. Kartu tanpa batas yang menggambarkan betapa kayanya seorang Adrian Mendoza, kartu kesombongan yang pasti sedang mengejeknya. "Terimakasih tapi ini semua makananku jadi aku bayar sendiri. Aku tidak akan mengemis hanya untuk semua ini!" ujar Deela menggeser kartu hitam Adrian dan mengganti dengan kartu miliknya sendiri.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 303 Times as kartu kawan
Read
+Library
Menjadi Pengantin Pengganti Untuk Tuan CEO

Menjadi Pengantin Pengganti Untuk Tuan CEO

Sejak matahari terbenam, pria paruh baya itu terus mondar-mandir di ruang tamu lantai bawah rumah keluarga Kusuma. Ia memandangi sebuah kartu kredit berwarna hitam mengkilap yang digenggamnya erat. Kartu itu bukan sembarang kartu, melainkan “Black Card”, simbol kepercayaan dan kemewahan yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Kartu itu diberikan langsung oleh majikannya, Tuan Angga Wijaya Kusuma, yang dengan ekspresi tenang namun penuh tekanan menyuruhnya untuk menyerahkan kartu itu kepada Aluna yang dikira Alana itu.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as kartu kawan
Read
+Library
Kafan Hitam

Kafan Hitam

tanya Kiai kemudian. Deni segera mengambil kertas dari saku celana. Ia sempat melirik Lukman yang masih dalam posisinya, sebelum menyerahkan kertas itu pada Kiai. “Saya menemukan kertas itu di salah satu batu yang dilempar warga Ciboeh.” ***
9.775.2K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as kartu kawan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status