Digilai Psikopat
Wajar bila pemilik kost dengan hanya dua kamar terisi ini memperlakukan sumber uangnya sebaik mungkin.
“Neng, mau di lantai atas apa bawah? Bibi saranin di lantai bawah aja, biar leluasa.”
“Baik, Bu. Saya ambil kamar di ketiga saja,” tandasnya.
Begitu kamar dibuka, hawa pengap seakan menyerbu wajahnya. Pencahayaan yang seadanya, jendela yang menjadi sarang laba-laba, dan fasilitas seadanya. Hanya kasur kapuk, meja besar, dan sebuah kaca.
Bab Populer