Bara Dendam Sang Prabu Boko
Kata-kata itu diucapkan dengan setiap serat ketulusan yang ada dalam dirinya, merangkum perjalanannya yang panjang dan penuh perjuangan.
Ron Ayu tersenyum manis, senyum yang merekah seperti bunga melati yang baru saja mekar. Ia memberanikan diri, mengangkat jemarinya yang lentik, dan menyentuh rahang tegas suaminya yang masih tampak sedikit berdebu oleh perjalanan dan pahatan. "Kau adalah keajaiban bagiku, Kakang. Keajaiban yang tak pernah aku duga akan datang," Ron Ayu membalas, suaranya serak namun penuh perasaan. "Kau datang dari tempat yang jauh, membawa kisah-kisah tentang kesaktian dan kemampuan yang luar biasa, namun di matamu aku hanya melihat ketulusan. Di dalam pelukmu, aku hanya m
Bab Populer