Perjalanan Sang Batara
kata Ki Damar dengan senyum lebar menghias wajahnya.
"Benar yang Ki Damar katakan, ajian itu terbagi beberapa tingkat. Tingkat tertinggi adalah ajian Gledek Membelah Langit, sayangnya, aku masih terlalu muda untuk menguasainya. Butuh latihan sangat keras Ki, dan tubuhku belum cukup kuat. Namun berkat ajian Gledek itu, aku selamat dari kematian secara langsung dari ajian Jari Langit orang misterius itu..." kata Jaka dengan wajah terlihat marah. Ki Damar menepuk bahu Jaka.
Tepukan itu mengandung tenaga dalam. Jika Jaka tak segera alirkan tenaga dalamnya, dia bisa tersungkur seketika.