Jerat Pembantu Tuan Abizar
“Nggak, ah. Bapak orangnya pelit, Satria mau beli petasan aja dibilang rumah bisa kebakaran. Ibu juga cerewet, Satria keluar malam-malam dibilang bakal diculik Wewe Gombel.”
Abizar tertawa. Tatapan lelaki itu beralih ke Mawar yang membawakan nampan teh dingin. Saat Mawar menuangkan cairan kecokelatan itu untuknya, Abizar segera menyeruputnya. Lumayan untuk menyegarka kerongkongan sekalipun tak ada rasa yang lewat. Melihat Mawar, Satria merangkak untuk berpindah ke pangkuan kakaknya. Saat Mawar mengusap rambut Satria, wanita itu bertanya. “Kalian bahas apa?” Mawar melirik Abizar yang membuang muka.
“Em,” Satria bergumam-gumam. “Tentang Erab Audi. Kata Om, dia asli dari sana. Makanya waj
ahnya
Bab Populer