Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Let You Go

Let You Go

maki Kanaya tanpa beralasan sembari menatap dalam-dalam matanya pada bagian cermin kecil yang masih berdiri kokoh itu, walaupun cermin kecil itu sudah retak. "Kalau begitu, aku harus mencongkel mata sialan ini! Aku harus mencari mata baru, mata cokelat. Mata yang sama dengan warna matamu!" Tanpa memperdulikan apapun, Kanaya mengarahkan serpihan kaca cermin itu ke matanya. Dirinya menggores dahinya dengan gerakan lurus ke bawah, searah dengan matanya. Senyum bengis wanita itu seolah-olah menjadi bukti bahwa wanita itu tidak merasakan sedikitpun rasa sakit.
106.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

“Sapih? Kita ini ngomongin kuntilanak, bukan bayi kambing.” — Tapi malam keduanya, keadaan mulai… rumit. Pak Satto menemukan cermin di dalam laci meja pos. Cermin tua berbingkai kayu jati, berdebu, dan memantulkan bayangan dengan kilatan merah samar. Ia menatap cermin itu, dan—dalam bayangannya—terlihat dirinya sendiri dengan mata hitam pekat dan senyum miring.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

"Ada pun Jodoh itu ibarat cermin. Bagaimana sifat cermin? Sifat cermin itu memantul, apa yang kamu lihat di dalam cermin adalah serupa atau sama. Tapi, cermin juga bersifat terbalik, jika kamu melihat di cermin, tangan kananmu akan berada disebelah kiri cermin dan tangan kirimu ada di sebelah kanan cermin. Begitu pun bagian tubuh yang berpasangan lainnya.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
Kita yang Menjadi Kita

Kita yang Menjadi Kita

Rena berusaha untuk tetap diam saat tangis mulai meruntuhkan dirinya, memastikan air matanya tidak menghasilkan isakkan. Rena berjalan mendekati sebuah cermin dan menatapi tubuh. Tangannya terangkat menyentuh bercak kemerahan di tubuh atasnya lalu mengusapnya perlahan. Rena menutup mata, masih merasakan manisnya sentuhan Luke pada kulitnya. . . .
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
Keris Darah Candramaya

Keris Darah Candramaya

"Sebentar Romo," Candramaya berlari dan mengambil air dalam sebuah kendi besar. Ada gayung yang terbuat dari cangkang kelapa. "Ini Romo, basuh mata Romo," ujar Candramaya. Arya Balaaditya membasuh matanya, perlahan matanya terasa lebih baik dan pandangannya kembali membaik.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
Kemilau Senja

Kemilau Senja

Aku ingin ke luar rumah tapi takutnya masih bahaya buatku, aku pun memutuskan untuk melihat perkelahian mereka di balik jendela saja. Cara berkelahi yang dilakukan Mas Aditia sangat sempurna, hanya beberapa pukulan saja orang itu sudah terkapar dan tidak bisa melawannya lagi. "Hebat hebat. Mas Aditia memang hero yang hebat," gumamku. Aku terpukau dengan apa yang aku lihat malam ini. Mas aditia telah berhasil mengalahkan orang jahat itu, aku sangat bersyukur Allah telah mengirimkan hero untuk menolongku. Aku pun ke luar untuk berterima kasih kepada hero yang telah berhasil menolongku.
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Ternyata ada sosok mamanya—Catherine yang menghampirinya. “Kamu serius mau kembali sama Satya?” Catherine menatap tajam sosok Narthana yang berdiri tak jauh dari Sherianne. Sosok Narthana benar-benar versi kedua Satya, tak lebih maupun tak kurang. “Iya, aku serius,” “Kamu ini, susah sekali nurut sama orangtuamu. Kita mau yang terbaik buatmu,” Sherianne tertawa sumbang.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
Kutukan Di Desa Arunika

Kutukan Di Desa Arunika

“Oke. Oke. Aku tenang. Cuma sedikit... ngeri aja.” Raka menaruh daun kering di bawah cermin, lalu berlutut. “Daun ini dari pohon di sekitar Cermin Batu. Dia bisa menahan pantulan yang udah ‘bernyawa’.” Rani menatapnya. “Raka... kamu udah ngalamin hal kayak gini sebelumnya, ya?” Raka diam sesaat, lalu mengangguk pelan. “Dulu, waktu kecil, aku kehilangan kakak gara-gara cermin itu. Dia pikir cuma mitos, sampai bayangannya sendiri mulai ngomong balik.”
468 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
1001 Reinkarnasi Dewi Bulan Merah

1001 Reinkarnasi Dewi Bulan Merah

"Baiklah, aku akan memberitaumu, tempat kita berada sekarang adalah Dunia tersembunyi di dalam cermin, ikutilah aku keluar aku akan menunjukkan hal yang lebih menakjubkan." Kaisar Kucing pun mengambang dan bergerak keluar istana di ikuti oleh Meiyin. Setibanya di Balkon utama Istana dia melihat pemandangan yang sangat menakjubkan, ada Danau, Gunung, Air terjun, Taman Bunga, Pepohonan, dan Padang rumput sejauh mata memandang. Sangat besar, Indah dan tak bertepi. "Dan Aku adalah Tuan Pemilik Cermin ini, Kaisar Dewa Harimau Putih." Ucap Kucing itu dengan bangga dan membusungkan dadanya.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 268 kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
Soul System

Soul System

Liu Kai tak mengerti maksudnya, namun entah kenapa ia sama sekali tak dapat membantah perkataan Yeomra dan langsung menyebutkan namanya sebanyak tiga kali. Begitu nama itu disebut tiga kali, tanah di hadapan Yeomra merekah, memunculkan sebuah cermin raksasa berbingkai perak. Cermin itu memantulkan cahaya aneh yang berisi semua hal yang terjadi selama masa hidup Kai, mulai dari ia lahir hingga mati.
9.4145.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai kata kata cermin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status