Tertipu Rayuan Maut Pak Polisi
Ada cinta yang begitu besar, ada kebanggaan bisa mendampingi seorang polisi yang tampak gagah, tapi juga ada rasa asing yang perlahan muncul—sebuah bayangan tipis tentang bagaimana Dhimas memandang dunia, dirinya, dan terutama, bagaimana Dhimas memandangnya.
“Mas,” Alisya memecah hening, “aku bahagia, loh. Bisa sama kamu.”
Dhimas mengusap rambutnya. “Aku juga bahagia. Dan aku bakal pastikan kebahagiaan ini nggak direbut siapa pun. Selamanya kamu cuma buat aku, Sya.”
Kalimat itu menutup malam mereka. Alisya mengangguk dalam pelukan, membiarkan dirinya terbuai. Ia belum tahu, bahwa di balik janji manis itu, ada ikatan yang kelak bisa menjadi belenggu.
Bab Populer