TEMAN WANITA AYAHKU
jawab Bunda dengan nada lembut, tapi terlalu halus untuk dibilang tulus, “justru Bunda mau bilang terima kasih. Karena selama kita bersama, dari awal kenal sampai punya anak, Ayah sudah ngasih banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Bunda jadi paham apa itu cinta dan apa itu ketulusan.”
Aku nyengir. Sindiran halus yang menyayat seperti pisau dapur baru diasah. Bunda memang jago. Dia bilang ‘pelajaran berharga’, padahal maksudnya ‘pengalaman buruk’. Cinta? Ketulusan? Hah. Yang manis belum tentu murni dan yang tulus belum tentu tidak busuk.