Godaan Penghuni Kos Puteri
Tapi jaraknya cukup bikin napas keduanya terasa di ruang yang sama.
Gita minum beberapa teguk, lalu nahan botol dingin itu di pipinya sambil nutup mata sebentar. Gerakannya pelan—kayak ritual pendinginan.
“Iya nih, Mas. Gerah banget malam ini,” katanya sambil senyum tipis tanpa buka mata.
Raga balas lirih, “Hmmm, kayaknya mau ujan deh makanya gerah, hawanya.”
Gita buka mata pelan, mandang Raga kayak seseorang yang baru nemu kalimat menarik.