Bara Dendam Sagara
Ki Jatmika menegurnya, “Kalau kau memaksa diri, arus itu akan berbalik melawanmu. Ingat, laut tak pernah tergesa. Ia mengikis karang sedikit demi sedikit.”
Hari demi hari, perlahan napas Sagara menjadi semakin teratur. Tubuhnya lebih ringan, pikirannya lebih jernih. Untuk pertama kalinya ia merasakan ketenangan seperti menyatu dengan alam. Saat membuka mata pada pagi keempat belas, ia melihat kabut tipis di atas sungai, dan entah kenapa ia merasa seolah-olah dirinya bagian dari kabut itu—menyatu dengan arus air dan angin pagi.
Ki Jatmika tersenyum bangga, “Sekarang kau mulai memahami. Inilah dasar yang akan membuatmu siap melangkah ke jurus berikutnya.”
Hot Chapters