SUAMIKU KEKASIH IBUKU
Ia tahu, diam bisa berarti apa saja, tapi setiap kata yang keluar darinya pasti akan membuat api di mata laki-laki itu makin menyala.
Tatapan Jati menajam. "Kenapa diam?" suaranya serak, tapi berbahaya. Ia melangkah perlahan mendekat. Gandes spontan mundur, tubuhnya menempel pada dinding kamar mandi. Napasnya mulai tersengal.
"Kamu jangan ulangi lagi bersamanya, karena harga diriku bukan untuk ditertawakan," kata Jati lagi. "Kamu istriku sekarang."