Duka Cita
Suara itu, Cita sangat hapal dengan suara pria yang telah melecehkannya.
“Dengar, Cita Lukito, aku, sudah kehilangan semuanya gara-gara kamu. Jadi, siap-siap, kamu juga akan kehilangan semuanya, sepertiku.”
Cita menelan ludah, dan mencengkram ponsel yang masih menempel di telinga. “Aku, nggak pernah takut sama kamu,” ungkap Cita, walaupun dengan suara yang bergetar. “Kalau kamu kehilangan semuanya, itu … karena ulahmu sendiri. bukan aku.”
Sikat na Kabanata