Tragedi Pernikahan Paksa
"Dengar, Kirana, aku sudah mati-matian bertahan untuk hidup dengan arang yang tercoreng di mukaku. Dan aku sudah cukup menahan hinaan dan kata-kata menyedihkan yang membuatku semakin terpuruk. Tapi tolong, jangan tambahkan lagi dengan kata-katamu yang tajam itu.
"Jika kamu tak suka padaku, setidaknya jangan lontarkan kata-kata hina yang menyakitkan itu, karena kamu sama sekali tidak tahu apa yang kualami dan kamu tak akan mengerti meski kujelaskan berulang kali." Mati-matian Melati meredam rasa yang bergejolak dalam dadanya. Hatinya sakit, jiwa dan perasaannya ikut terluka.
Dia hanya tak mau menjelaskan bagaimana dirinya mati-matian untuk bertahan hidup di saat seluruh dunianya tiba-tiba run
الفصول الرائجة