SETELAH IBU PUNYA SUAMI BARU
"Kakak tahu kamu masih marah padanya. Tapi ... kemarahan hanya akan menyakiti hatimu. Apa selama ini kamu bahagia karena memendam rasa sakit itu? Cobalah untuk melepaskan rasa sakit itu, Ndi. Cobalah berbaikan dengan hatimu sendiri. Kakak yakin kamu juga bisa menghilangkannya, meski akan tetap ada bekasnya. Kamu paham, kan, maksudku?"
Andi menghela napas kasar, lalu meneguk air yang tersedia di meja. Setelah menaruh gelas di meja, dia pun menatapku dan berkata, "Hatiku sangat sakit, Kak. Aku tidak mungkin melupakan semua itu. Kita terlunta-lunta di jalanan, dan Kakak hampir dinodai preman-preman itu. Aku sangat marah saat itu. Aku merasa marah karena tidak mampu melindungi kakak perempuanku.
Sikat na Kabanata