Suamiku Jadul
kataku seraya senyum yang dipaksakan.
"Senyummu itu terpaksa," kata Wak Haji seraya melangkah pergi.
"Oh, maaf, Wak Haji, terima kasih sudah mengajariku ikhlas membantu orang zalim," kataku kemudian.
"Apa kau bilang, zalim? Sini kuajari dulu kau, yang zalim itu pemimpin, gak ada kamusnya rakyat zalim pada pemimpin, melayani itu harus ikhlas, biar siapapun," kata Wak Haji seraya menghentikan langkahnya.
Hot Chapters