Membaca nun mati atau tanwin itu sebenarnya cukup menyenangkan kalau sudah terbiasa. Awalnya aku juga bingung, tapi setelah sering mendengar pengajian atau ngaji bersama teman, jadi lebih paham. Misalnya, ada kata 'min ba'di' (مِن بَعْدِ), di situ nun mati bertemu huruf ba, jadi dibaca idgham bighunnah. Aku suka praktikkan dengan membaca pelan-pelan dulu, lalu semakin cepat seiring latihan.
Kalau tanwin, contohnya 'kitabin mubīn' (كِتَابٍ مُّبِينٍ), tanwin kasrah bertemu mim, jadi harus dibaca jelas dengan ghunnah. Awalnya sering ketuker sama idgham, tapi lama-lama otomatis hafal aturannya. Yang paling seru itu pas nemuin contoh dalam Al-Qur'an langsung, kayak di Surah An-Nas. Rasanya kayak nemuin easter egg di game favorit!