Suamiku Bocil Tajir
Rasa bersalah itu menusuknya lebih dalam daripada dinginnya angin pagi.
Matahari belum naik tinggi saat Atika membuka jendela kontrakan. Suara engsel yang berderit pelan memecah keheningan dini hari. Udara pagi yang segar masuk, membawa serta semilir bau tanah basah dan suara riuh dari ibu-ibu yang mulai menyapu halaman. Elang membuka matanya perlahan, kelopak matanya terasa berat, namun ia segera tersadar. Tatapan mereka bertemu. Tidak lama, hanya sekilas, tapi cukup untuk membuat pagi itu terasa penuh makna, penuh janji, dan penuh kerentanan yang saling terpantul.
Hot Chapters