JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU
“Semua yang terjadi di masa lalu sudah Allah gariskan dalam takdir. Tidak bisa kuputar lagi atas kehendakku ataupun kehendakmu, kecuali Allah mengizinkanmu membalas semua yang rasa sakitmu maka aku akan ikhlas menerima. Tapi, jika Allah tidak memberimu kesempatan dan kamu memaksa, maka kamu lebih baik berhenti. Allah menyediakan tempat terbaik untukmu, bukan di rumah Kakungku tapi di surga.”
Aku terisak sendiri di tengah malam, berbicara sendiri seperti orang gila lalu kembali menangis. Entah sudah pukul berapa saat ini. Aku melepas kain yang melilit kakiku dengan bibir yang masih bergetar.