Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kubalas Madu Dengan Racun

Kubalas Madu Dengan Racun

Ketamakan, membuat ia melakukan segala cara. Mereka pulang dengan tangan hampa. Padahal berharap bisa masuk ke dalam rumah besar itu lagi. *** Asti merasakan dirinya sudah tidak mampu bangkit. Ia terlalu rapuh menghadapi semua kejadian yang menimpanya. Begitu dahsyat cobaan menghampirinya. Seolah-olah ia tidak bisa bangkit tanpa Bayu. Namun, ia meyakinkan dirinya jika semua itu tidak boleh ditangisi. Dirinya harus bangkit dan mencari kesibukan di luar sana.
1030.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kata kata tentang kabut
Baca
+Pustaka
Air mata yang Kutumpahkan

Air mata yang Kutumpahkan

Robyn mengangguk mengiyakan. "Sabar ya, Bu? Sebentar lagi kita sudah sampai rumah kok," imbuhnya lagi. Malam ini hujan turun dengan begitu deras. Ditingkahi dengan angin kencang dan kilat yang menyambar-nyambar, membuat suasana makin mencekam. Keira menanggapi kata-kata Robyn dengan anggukan kepala. Ia mengerti, Robyn ingin menenangkan hatinya.
1091.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai kata kata tentang kabut
Baca
+Pustaka
Black Light

Black Light

Kabut itu semakin pekat dan tebal. Kabut pekat itu seakan menyelimuti tubuh Rue, benar saja kabut itu memang tergulung di tubuh Rue. Masih tak paham apa yang terjadi, Rue mencoba melepas lilitan kabut yang mulai menebal itu. "Sialan mahluk apa ini?" Rue tampak kebingungan. "Asap sialan, kenapa bisa sekuat ini?" Semakin lama kabut itu semakin kuat, tubuh Rue seakan tergenggam oleh tangan besar yang sangat kuat.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai kata kata tentang kabut
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

Dania menoleh sebentar, “Iya benar.” “Aku ingin menjadi kupu-kupu,” sahut Dania sembari melihat kupu-kupu dengan sayap biru. “Mereka bisa terbang bebas, tidak memiliki beban pikiran,” lanjut gadis itu. “Darimana kau tahu kupu-kupu tidak memiliki beban pikiran?” tanya Raka sedikit menunduk. Dania menggendikkan bahunya, “Karena mereka binatang,” ricau gadis itu.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kata kata tentang kabut
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Tak berapa lama Adriaan kemudian memfokuskan penglihatanya ke atas, dia seperti melihat sesuatu yang putih yang turun perlahan dan seolah-olah memakan pepohonan di atasnya, ternyata hari itu kabut turun, kabut yang sudah beberapa hari ini muncul dan menganggu pekerjaan mereka. Kabut itu semakin turun hingga membuat pandangan Adriaan menjadi putih. Semua warna hijau dari tumbuhan yang mereka lihat akhirnya berubah jadi putih. Jarak pandang yang sangat terbatas membuat mereka waspada, karena mereka sadar, apabila mereka memaksakan berjalan di hutan yang sangat lebat dengan kabut yang seperti ini bisa saja menyesatkan mereka. “Tuan, sebaiknya kita tidak memaksakan diri, kabut ini sangat tebal,
9.8682.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.9K kali sebagai kata kata tentang kabut
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
Penguasa Dewa Naga

Penguasa Dewa Naga

Berbeda dari energi dingin yang tercipta saat melakukan pemurnian, kabut ini menyebar dengan liar ke segala arah. Perubahan suhu udara secara tiba-tiba, ditambah udara hutan yang lembab maka terciptalah kabut itu. Kini Akara tidak terlihat di dalam kabut, namun ia masih bisa mengawasi menggunakan mata ularnya. Situasi yang menguntungkannya, sekaligus membantu gadis bertopeng. Gadis itu ternyata melesat dengan mudah di dalam kabut yang menutupi pandangan, bahkan langsung menemukan keberadaan Akara.
1053.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kata kata tentang kabut
Baca
+Pustaka
Akibat Kencan Buta

Akibat Kencan Buta

Beruntungnya Saga dan Sahara berkunjung disaat musim panas, sebab musim panas selalu dinanti banyak orang, dimana akan ada banyak festival dan kembang api di nyalakan. Orang-orang akan turun ke jalanan mengenakan pakaian tradisional Yukata dan memegang kibasan dari uchiwa. Di setiap malam perayaan festival, orang-orang akan menggantungkan dekorasi potongan kertas yang bertuliskan permohonan di sebatang bambu.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai kata kata tentang kabut
Baca
+Pustaka
Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

Di Ujung Kabut Itu, Dia Tak Kembali

kata Yoga dengan suara rendah, tersirat rasa iba yang mendalam. Marissa segera mengambil handuk dan membungkus anak kucing itu dengan lembut. "Keringkan dulu, aku akan ambil pengering rambut." Baru saja Marissa hendak berbalik, pergelangan tangannya mendadak ditarik oleh Yoga. "Rambutmu juga basah." Yoga mengerutkan kening, lalu mengangkat tangannya untuk menyeka sisa air hujan yang membasahi bahu Marissa.
13.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 467 kali sebagai kata kata tentang kabut
Baca
+Pustaka
Melati di Kubangan

Melati di Kubangan

"Tapi tidak usah khawatir. Sekali pun turun hujan, itu tidak akan seberapa lebat dan tak akan menggangu perjalanan." "Betul Lagi pula hujan pagi adalah berkah. Jangan memulainya dengan pikiran buruk," timbrung Atika pula. "Tapi bapak sekertaris kita ini memang begini orangnya. Mirip kakek - kakek yang sibuk khawatir segala apa setiap kali hendak naik bus, hi...hi..." Beberapa pegawai lain turut tertawa, termasuk Ratih.
706 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kata kata tentang kabut
Baca
+Pustaka
Bayang Pedang Cahaya Bulan

Bayang Pedang Cahaya Bulan

Hari kelima pengepungan, fajar datang dengan kabut yang lebih tebal daripada biasanya. Bukan kabut biasa, bukan pula uap air yang naik dari lembah karena perbedaan suhu antara malam dan pagi. Kabut ini dibawa oleh sesuatu yang lebih besar daripada angin, sesuatu yang bergerak di antara batu-batu tebing dengan cara yang tidak wajar, sesuatu yang menunggu.
10549 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai kata kata tentang kabut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status