Maaf, Aku Memilih Mundur
"Kamu bahkan sampai lupa kapan aku menangis, karna air mataku itu sudah kering, Mas. Aku sudah lelah mengeluh dan menangis karna sikap Ibu dan Mba Yessi yang tak pernah memperlakukan aku dan anak-anak dengan baik."
"Ketahuilah, Mas. Jika tak ada lagi air mata yang keluar dari mata seorang wanita. Percayalah, itu bukan hal yang baik. Itu justru awal dari sebuah bencana!"
"Air mata yang keluar dari mata seorang wanita, bukan karna dia itu cengeng dan manja. Tapi karna ia masih punya hati. Tapi saat air mata itu sudah enggan keluar. Itu berarti, hatinya sudah mati! Mati, Mas!"