Jodoh untuk Aira
Mata Ayah Mertua sangat mirip dengan putranya, Dewa, tatapan mereka sangat tajam tapi menenangkan.
"Saya pernah mendatangi pameran lukisan itu dua hari lalu, orang-orang ramai menceritakan banyak lukisan wajah yang luar biasa indah. Lukisan seorang gadis, saya rasa agak mirip denganmu, Aira. Tapi ... entahlah, barangkali kebetulan saat itu saya memikirkan tentang pernikahan kalian bisa jadi saya ikut terbawa suasana." Ayah mertua menjelaskan dengan baik. Tapi saat mendengar lukisan wajah yang mirip denganku membuat tenggorakan terasa kering, sekering tanah yang mulai retak-retak merindukan siraman hujan.
"Aira, ada sesuatu? Siapa yang mengirim kado ini?" tanya Ayah mertua penasaran. Ia mena
Hot Chapters