Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kanuragan Jati

Kanuragan Jati

“Kita akan kemana, Kang?“ tanya Meru. “Mengikuti langkah kaki berjalan saja, Nyi. Nanti kita akan dituntun ke arah mana seharusnya.“ Di lereng gunung Maruta, terutama di lingkungan padepokan, adalah umum memanggil saudara seperguruan yang perempuan dengan sebutan 'Nyi'. Sedangkan untuk laki-laki adalah 'Kang'. Walau umur mereka di bawahnya. Senioritas tidak berdasarkan usia seseorang, atau rentang waktu mereka di padepokan. Tetapi berdasarkan tingkat kanuragannya. Walaupun seorang murah sudah puluhan tahun atau bahkan ratusan, kalau tingkat kanuragannya tidak lebih tinggi. Maka dia tetap juniornya. Gunung Maruta merupakan sebuah gunung tertinggi di negeri itu. Mayoritas penduduknya bertani k
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai kata pujangga
Baca
+Pustaka
Istri Kecil sang CEO Tampan

Istri Kecil sang CEO Tampan

Dia mengulurkan tangan di depan Nami. "Nami, salam kenal aku Pujangga." Nami memandang tangan Pujangga cukup lama. Nami menerima dan mengulurkan tangan membalasnya. "Aku Nami," "Mari kita berteman. Jika ada yang ditanyakan, tanyakan saja padaku," gumam Pujangga. "Ada," sahut Nami cepat. "Apa?" "Bagaimana caranya kabur dari sini?"
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai kata pujangga
Baca
+Pustaka
Sang Penggoda

Sang Penggoda

Tangan Prasetyo bermain pada gunung kembar wanita paruh baya itu yang sudah tertutup rapi. “Mas, kalau kita seperti ini kapan aku akan pulang?” tanya Linda dengan manjanya. “Aku hampir lupa, Sayang. Untung kamu ingatin aku, habisnya dirimu bikin candu,” jawab Praseto melepaskan tubuh Linda dari dirinya.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai kata pujangga
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

~~~~ “Pak Jekimu itu, nggak ada di sini … Sayang …” “Pa … Pand, Mas Pan …” “Pandu!” ujarnya memperjelas kata yang tidak mampu diucapkan oleh Cita. Pandu berbalik seluruh tubuhnya, dan berpindah ke kursi belakang dengan cepat. Masih dengan seringainya, ia langsung menghabiskan jarak dengan Cita dan mencengkram rahang gadis itu dengan erat. “Anakku, sekarang diasuh mas Pasha gara-gara kamu! Laura depre—”
9.839.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 824 kali sebagai kata pujangga
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

“Abah Saya datang kemari di beri info dari ki Slamet.” “Ki Slamet?” “Iya, Saya dari Karawang Mbah dengan Lestari.” “Ya, Ki Slamet saya paham, Neng ada rencana apa datang kesini?” “Saya ingin pasang susuk Abah.” “Susuk apa Neng?” “Saya seorang sinden dan penari jaipong abah, kira-kira susuk apa yang pantas buatku?” “Susuk itu banyak Neng, ada susuk kantil, susuk emas atau susuk berlian, semua itu ada tingkatannya untuk membuka aura.”
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 332 kali sebagai kata pujangga
Baca
+Pustaka
Bara Dendam Sagara

Bara Dendam Sagara

Itu hanyalah Tusukan Biasa yang menyamar sebagai Arus Bawah. Ki Jatmika menggeleng, ekspresinya kembali tenang, namun mengandung kekecewaan tipis. Ia menunjuk lubang yang dibuat Sagara. “Kau gagal, Sagara. Kau membuat kawah, bukan lubang. Kau masih terobsesi pada seberapa keras pukulanmu,” kata Ki Jatmika, berjalan memutari batu karang yang gelap itu.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kata pujangga
Baca
+Pustaka
Mempelai yang Tak Diharapkan

Mempelai yang Tak Diharapkan

"Kak Guntur...." **Tamat**
9.7907.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28.1K kali sebagai kata pujangga
Tampilkan Ulasan (86)
Baca
+Pustaka
iva dinata
Author mengucapkan, terima kasih untuk semua pembaca yang sudah memberi respon baik untuk cerita ini. Terima kasih untuk semua komentar, juga untuk semua saran dan kritik. Author mengucapkan banyak terima kasih. Sampai jumpa di cerita berikutnya. I love you All, my reader's.
Agus Irawan
Hai kak mampir ke karyaku juga. judul" Dari Tunangan Pura-pura, jadi Istri Kesayangan Sang Tuan. pena" Agus Irawan Sinopsis " Hana rela menjadi tunangan palsu seorang pengusaha muda demi menyelamatkan nyawa ibunya. Hanya saja, Abian, pria dingin yang masih terpaku pada cinta lamanya.
Baca Semua Ulasan
HYANG YUDA

HYANG YUDA

“Pesta makan besar? Maksudnya memakan banyak manusia?” Hyang Tarangga menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Hyang Amarabhawana. “Jika memang benar begitu, kenapa Hyang Yuda mengirim Nagendra ini kemari dan bukannya ke Kunjara(3)?” tanya Hyang Byomanthara dengan wajah heran. (3)Kunjara dalam bahasa sansekerta berarti Penjara. Hyang Tarangga hendak menjawab namun dengan cepat disela oleh Hyang Marana yang tersenyum senang melihat Nagendra dalam Sangkar Kausala milik Hyang Yuda.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai kata pujangga
Baca
+Pustaka
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Muncratlah semburan cairan kental hangat membasahi paha mulus anak pejabat tersebut. "Pusaka ini sebenarnya masih butuh tiga betina lagi untuk ditaklukkan sampai tunduk. Tapi gara-gara perutku meronta kelaparan, aku terpaksa menuruti ajakanmu memburu daging. Kita kembali ke sarang sekarang, Betina Kacamata."
10.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 397 kali sebagai kata pujangga
Baca
+Pustaka
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

Taja terpukau akan gerakan Radhit yang menurutnya asing. "Apa itu?!" tanya Taja, heran namun antusias. "Syair Penggugah Jiwa Pecinta dari negeri tengah Katulistiwa!" jawab Radhit berbinar senang. "Sokkha ...!" "Penggugah Jiwa Pecinta!" seru Radhit sebelum membuka syair dan melantunkannya dalam irama merdu suaranya. "Puan Yang Mulia." "Siapa gerangan, Sang Puan menawan hatiku?"
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai kata pujangga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status