Dead&Queen
Satu kalimat, langsung, tanpa nada manis.
Alma menyentuh flashdisk itu pelan. “Kamu simpan?”
“Gue clone dari cache backend-nya sebelum mereka hapus riwayat edit. Bukan file publik, by the way. Dan itu bukan legal kalau disuruh diam-diam. Gue anak IT, Ma, bukan robot,” katanya. Nada sinisnya tajam seperti pisau baru diasah.
Wina mendelik pelan, lalu bangkit. “Oke, gue ke bawah dulu beli matcha. Kalian... selesaikan drama kode dan etika kalian.”
Hot Chapters