Yuk, Nikah!
Waktu memang tak bisa diajak kompromi. Semakin panik aku karena takut kesiangan, semakin cepat pula rasanya dentingan jam di dinding berputar.
Kesalku semakin bertambah kala tetangga sebelah nyetel musik keras-keras. Kan, jadinya aku tak bisa fokus dengan persiapanku pagi ini.
“Duh, mana kaus kakiku satu lagi?!” Entah apa yang merasuki, kedua tanganku mengobrak-abrik isi lemari, mengeluarkan semua isinya ke lantai.