TULPA
Dia bertopang dagu seraya menatap serius bait-bait puisi itu.
"Puisi ini gambarin lo, Ra." Aku mengangguk membenarkan ucapan Rai. "Jadi, gue tanya permainan apa yang lo buat selama ini tanpa sepengetahuan gue?" tanyanya serius.
"Aku ga tahu, Rai. Emang permainan apa yang kubuat? Selama ini juga aku melakukan kegiatan sehari-hari kaya biasanya," jawabku seadanya. Sebab, aku juga tidak tahu harus menjawab apa. Kontes 'permainan' di dalamnya saja aku tidak mengerti.
Hot Chapters