Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tuan Lumpuh, I Love You

Tuan Lumpuh, I Love You

Nara sekarang memberikan obat pada Jaden. Pria itu menerima dan langsung meminumnya. Jaden tidak sadar jika obatnya sudah diganti oleh Nara dan Nara masih akan terus mencari tahu tentang saudara tiri dari pria yang dia cintai itu. "Nara, tempat mana yang menurut kamu paling indah di sini? Dan kamu ingin datangi sekali lagi?" Nara terlihat sedang berpikir. Kalau boleh mengatakan, dia akan mengatakan ingin mengunjungi rumah sakit kanker khusus anak-anak karena ada putranya di sana.
1.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kebun nara
Baca
+Pustaka
Setitik Nila

Setitik Nila

“Mau ke pasar.” “Ha?” Nila bengong menatap Kirana. “Mau ke pasar? Pasar apa?” “Pasar di kampung sebelah, La,” jawab Kirana. “Mila bilang dia nggak pernah ke pasar, makanya mau ikut Mama belanja. Tadinya mau Mama ajak ke pasar di samping toko, tapi kejauhan dari sini. Jadi yang dekat aja. Sekalian, habis itu langsung masak.”
1037.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 964 kali sebagai kebun nara
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Maria Adjah
sedikit menguras emosi... walau agak ringan dari novel² mbak kanita yg lain nya... tapi tetap alurnya selalu buat penasaran... selalu suka buku² yg d tulis mbak kanita... semangat terus mbak kanita menulis buku² yg lain... aq selalu menunggu karya karya mu yg terbaru mbak...
Meilia
baru kali ini q baca karya mba yg lagi on going, karena sebelumnya q baca yg UD end, tapi baru baca awal aja Uda nyandu pengen terus .. suka sama alurnya, gaya bahasa , tema ny juga menarik dn g bikin bosen... d tunggu typ hari update an nya mba, mg pak djiwa sama nila happy ending pokoknyaa harus.
Baca Semua Ulasan
Ayo Menikah, Mas Duda!

Ayo Menikah, Mas Duda!

Angin sejuk dan daun sakura yang berguguran membuat suasana semakin romantis dan syahdu. Siangnya, mereka menuju kawasan Arashiyama Bamboo Grove di Kyoto. Jalan setapak di antara barisan bambu raksasa terasa sunyi dan teduh, seakan membawa mereka masuk ke dunia lain yang tenang dan penuh rahasia. Aster menyentuh batang bambu di sisinya. "Ini pertama kalinya aku lihat bambu setinggi ini, Mas. Rasanya kayak masuk dunia fantasi."
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kebun nara
Baca
+Pustaka
Pesona Janda Kembang

Pesona Janda Kembang

ujar Ariel sambil memutar bola matanya jengah saat melihat sang mamah yang saat ini sedang mengintip. Ariel menatap setiap desain gedung yang saat ini sedang dipijaknya. Mewan dan glamor. Entah sekaya apa teman mamahnya ini. Hanya untuk pesta pertunangan saja mereka menyewa serta menghias begitu mewah gedung ini. "Sayang, ayo!" ajak Dina saat Ariel sibuk mengagumi gedung tempat pertunangan anak temannya. "Mamah ke sana dulu, ya. Nanti Ariel menyusul!" ucap Ariel yang masih ingin mengitari gedung mewah ini.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai kebun nara
Baca
+Pustaka
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Dokter Djata menekankan ucapannya “mengambilnya tidak boleh menggunakan portal demensi.” “Untuk mengambil tanaman itu harus memulai perjalanan dari gunung maratus yang menjadi pintu gerbang kedua Saranjana.” Djata kembali masuk ke dalam ruangan, “ nanti akan aku bimbing secara gaib dari sini, dan yang berangkat harus keturunan langsung Saranjana.” Lawen dengan senang hati akan menemani Putri Lisa untuk mengambil tanaman obat itu, “Aku akan membantumu Putri.”
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai kebun nara
Baca
+Pustaka
Mahar Rahasia Tukang Kebun

Mahar Rahasia Tukang Kebun

sahut Kevin sambil kembali fokus pada makanannya. Setelah sarapan selesai Arumi mengantar Kevin sampai ke depan mobil. Dia menunggu sampai mobil Kevin keluar dari gerbang rumah sebelum akhirnya dia kembali masuk ke dalam. Arumi berjalan menuju taman belakang rumah yang penuh dengan bunga-bunga cantik. Dia melihat seorang tukang kebun baru sedang memotong rumput dengan rapi. Arumi berhenti sebentar dan memperhatikan kerja orang itu. "Pak tolong mawar yang di sudut sana jangan terlalu banyak disiram ya nanti akarnya bisa busuk" kata Arumi memberi instruksi dengan sopan.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai kebun nara
Baca
+Pustaka
Aku menolak ending novel ini!

Aku menolak ending novel ini!

bisik Nara. "Itu adalah satu-satunya tujuanku hidup sekarang," jawab Killian dengan tulus. ✨✨✨ Setelah kejadian di pasar, Killian membawa Nara ke sebuah bukit kecil di pinggiran kota yang menghadap langsung ke arah pegunungan salju Valerius. Di sana, hamparan bunga Alyssum Perak mekar dengan indahnya, menciptakan karpet bening yang berkilauan.
538 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai kebun nara
Baca
+Pustaka
Sebening Tirta

Sebening Tirta

Melihatku yang tak banyak memberi reaksi, perawat berpostur mungil itu memasang muka masam sambil berlalu membawa berkas-berkas di tangannya. Tempat itu sesungguhnya jauh dari kata menyeramkan, bangunan empat lantai yang megah dengan lahan parkir luas, di bagian depan, taman bunga warna-warni menyambut siapa pun yang singgah dengan senyum cerah. Suara gemericik air mancur dan kolam ikan mini di tengah taman sungguh menenangkan hati. Pohon-pohon buah yang rimbun, beberapa tempat duduk berkanopi dan jalan setapak berkerikil kecil, sungguh manis sekali. “Di mana Damar?” Tanpa sedikit pun mengurangi laju langkah, kulontarkan balik sebuah pertanyaan pada Martha yang masih menunggu pendapatku meng
9.33.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai kebun nara
Baca
+Pustaka
BERSAMANYA

BERSAMANYA

Saat itulah dia benar-benar meninggalkan semua pikiran untuk bersama Qin Chu. Mengumpulkan kenangan berat itu, Huo Mian memercikkan air ke wajahnya. Mengganti celana hitam, t-shirt hitam, dan kacamata hitam, dia berjalan keluar pintu. Saat dia melewati toko bunga di sepanjang jalan, dia berhenti untuk membeli karangan bunga krisan putih. Pemakaman umum terletak di pinggiran kota, dan butuh tiga transfer bus hanya untuk sampai ke sana. Sudah hampir tengah hari ketika dia tiba di gerbang.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai kebun nara
Baca
+Pustaka
AMORAGA

AMORAGA

"Alhamdulillah, Hari ini bebas hukuman." Upacara dimulai. Terik matahari pagi membuat keringat Amora bercucuran. Matanya menyipit karena silau. Upacara adalah hal yang dibenci Amora. Percuma saja ia mandi tujuh kembang jika pada akhirnya akan berubah menjadi bau matahari. Kenapa pula upacara harus di lapangan? Kenapa tidak di lapangan indoor? Padahal Aeris punya banyak lapangan indoor. Seseorang menepuk bahunya dari belakang, membuat cewek itu menoleh. "Amora Natasha?"
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 216 kali sebagai kebun nara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status