Petani Terkuat
Ia menggenggam tangan ibunya yang sedikit kasar, menepuknya perlahan.
“Aku baik-baik saja. Ibu juga lihat sendiri, tidak ada serangan mereka yang mengenaiku.”
“Ugh.”
Susi ingin menjawab, tetapi yang keluar hanya suara tertahan. Rasa lega dan takut bercampur menjadi satu. Ia tahu Jaka menang, tetapi adegan tadi masih terlalu mengejutkan bagi hatinya.
“Jangan khawatir,” kata Jaka sambil membantu ibunya naik ke tossa. “Putramu ini sangat kuat. Mereka tidak akan bisa menang melawanku meskipun membawa lebih banyak senjata.”