Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Aku menyapanya, yang tentu saja takkan ia jawab sama sekali.
Naqib, ku harap kau segera bangun, aku tak tahu apa yang harus ku lakukan jika kau pergi, atau apa yang harus menjadi tujuan hidupku selain membantumu untuk sembuh, karena selama ini aku tak pernah punya tujuan hidup, aku seperti terombang-ambing di samudera tak jelas hendak menuju ke arah mana. Sampai aku bertemu denganmu, aku seperti menemukan arah tujuan, tak lagi terombang-ambing dalam kebingungan. Jadi, ku mohon bangunlah, bukalah matamu yang indah itu.
Ventilator yang masuk ke mulutnya, entah bagaimana rasanya, pasti rasanya menyakitkan, dan selang infus yang melilit tangan kirinya serupa ular kecil, membuat dadaku semakin se
Hot Chapters