DARI SEKRETARIS JADI PEWARIS
“Ayah, setelah kepergianmu hidup menjadi terasa lebih berat. Bahkan, aku pikir aku nggak bisa lagi menanggungnya. Ini terlalu berat, banyak orang menghakimiku. Bahkan, orang-orang yang dulu kepercayaanmu, kini meragukanku. Apa yang harus aku lakukan?”
Ia beralih menatap nisan sang Ibu. “Ibu, sampai sekarang aku nggak bisa menemukan anak yang hilang itu. Adikku yang malang. Nggak ada yang membantuku menemukannya, bahkan Ibu tiri sekali pun, dia sama sekali lupa. Dia bilang, adikku sudah meninggal. Ibu Jesika bilang, Sinar sudah meninggal Bu.”
Hot Chapters