Jangan Baca Novel Ini!
Fika, teman sekelasku yang paling update soal gosip kampus, sudah berdiri di sampingku dengan wajah sumringah.
"Aku habis tabrakan tadi, Fik. Sama cowok nyebelin yang main hp sambil jalan," jawabku sambil cemberut, merapikan letak kacamata baca dan kuncir rambutku.
"Ah, lupain aja soal cowok nyebelin itu. Kamu tahu nggak? Hari ini katanya ada dosen pengganti buat mata kuliah Ginekologi. Dengar-dengar sih orangnya ganteng banget, Nara! Katanya dia dokter spesialis terkenal yang mau melakukan riset di kampus kita. Dingin, kalem, tipe-tipe sugar daddy kaya, tapi maskulin banget sumpah!"