Aku (Bukan) Istri Pilihan
Aku hanya tersenyum, lebih tepatnya berusaha tersenyum.
“Kamu tahu? Semua keluarga Papa, keluarga Wijaya? Mereka tak punya saudari perempuan. Tiga bersudara, semuamya laki-laki. Mendiang kakek bahkan nekat mengadopsi dua orang anak perempuan, demi merasakan punya anak perempuan. Lalu semua saudara Papa juga tak memiliki anak perempuan, termasuk Papa. Juga terus ke cucu mereka, cucu-cucu keluarga besar Wijaya. Baru kali ini, In. Baru kali ini, dan itu diwujudkan oleh kamu, Sayang. Menantu kesayangan kami. Menantu kebanggaan keluarga besar Wijaya.”
Aku tercekat. Jadi, itu sebab mereka sangat memaksa mengantarku tadi? Mereka bahkan terlabih dahulu me
Hot Chapters