Cinta Dingin Tuan Besar
Pelayan yang mengenali langsung menghampiri.
“Selamat pagi, Nona Marla, apa kabar? Sepertinya sudah lama sekali Anda nggak mampir,” saat menyentuh salah satu bunga si pelayan menyapa.
Marla menjawab dengan senyuman, “Kabarku baik—baik saja, bolehkah aku meminta buket mawar merah, tapi nggak usah di rangkai. Aku akan membawanya langsung. Lalu, mawar merah tanpa tangkai. Aku ingin yang segar, kalau bisa sampai nanti sore tetap segar. Apa bisa? Dan itu aku menginginkan lumayan banyak, apa ada stoknya?”
Hot Chapters