Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali

Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali

Kenaya mengusir Kean. Kean refleks mencium kemejanya. Memastikan bau apa yang dimaksud Kenaya. Namun, dia tidak mencium aroma apa pun. “Bau apa?” tanya Kean penasaran. “Bau parfum wanita.” Kenaya menjawab kemudian memuntahkan lagi isi perutnya.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
Dirty Office

Dirty Office

Hidungnya mengendus udara di ruangan itu. ​"Kenapa baunya... Aneh di sini? Seperti bau keringat dan... Sesuatu yang..?" Sosok itu menyipitkan mata, menatap wajah Keenan yang tampak sedikit memerah dengan napas yang belum sepenuhnya stabil. "Dan kenapa bajumu sedikit berantakan, Keenan?"
1034.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
Benci Menjadi Cinta

Benci Menjadi Cinta

“Sin lu kenapa baju lu basah banget ?” “Gua abis ngilangin bau bakso nih jadi gua usap-usap aja pake air,” ucap Sinta yang menjelaskan mengapa bajunya basah. “Oh jadi lu yang tadi bau bakso soalnya gua nyium pas tadi belajar, memang kenapa ko lu bisa bau bakso gini sih Sin ?” ucap teman Sinta yang penasaran karena Sinta bisa bau bakso.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

"Justru itu yang aneh. Tidak ada aroma keringat sedikit pun. Bajumu yang kamu pakai kemarin juga... tetap wangi." Doni menarik tubuh Wulan lebih dekat, lalu secara impulsif ia mengendus bagian bawah ketiak Wulan. Ia menghirup dalam-dalam di sana, membuat Wulan kegelian dan mencoba mendorong bahunya. "Ih, Mas! Malu-maluin saja!" Doni tertawa, namun wajahnya tetap menunjukkan kebingungan yang nyata. "Sumpah, Wulan. Ketiakmu ini... baunya lebih enak daripada parfum. Dan lihat ini, kenapa mulus sekali? Tidak ada bekas cukuran, tidak ada pori-pori besar. Seperti kulit bayi."
5.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

Bersamaan dengan itu bau badannya pun semakin busuk menyebar sehingga mulai mengganggu ketentraman para tetangga. "Ini gimana ya? Iya sih, si Ita lagi sakit, tapi kalau begini terus justru kita yang gantian sakit," kata Bu Indra sambil menutup hidung, padahal ia sudah memakai masker. Di dalam masker ia tetesi aroma terapi. Rumah Bu Indra tepat bersebelahan dengan rumah Sumini. "Iya, terus gimana ya, Bu Indra baiknya. Anakku juga jadi nggak nafsu makan. Mana anakku masih kecil, lagi butuh banyak nutrisi," keluh Nisa.
9.27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar

Dalam Sentuhan Candu Yang Mulia Kaisar

Bau minyak tajam yang sangat kuat, mulai beradu dengan aroma mint dari pakaian Gavin dan wangi dari zirah Kenneth. "Jadi, apa langkah yang ingin kau tunjukkan padaku, Kakak Ipar?" tanya Kenneth santai dan menopang dagunya dengan tangan kanan sembari mengetuk-ngetuk jari kirinya di atas permukaan meja batu dengan teratur.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
Vonis Cinta Sang Hakim

Vonis Cinta Sang Hakim

Mereka memutuskan berhenti sebentar di depan minimarket mini untuk bercengkrama, sekadar menunggu kantuk reda. Varen merapikan kerah kemejanya. Saat itu ia baru menyadari bau yang menempel di tubuhnya begitu menyengat. Campuran alkohol yang tumpah di lengan bajunya dan aroma asap rokok yang tertinggal di serat kain. Rasanya lengket, seperti menempel di kulit dan sulit dihapus meskipun ia sudah beberapa kali mengibaskan kerahnya. Lino berinisiatif mengantar Tari pulang ke rumahnya. Meninggalkan Varen dan Radit berdua. Radit menyelutuk, "Ren, tidak apa-apa pulang begitu?, baumu sangat menyengat."
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
Mate Alpha yang dikutuk

Mate Alpha yang dikutuk

"Seperti apa bau ksatria Kailon?" "Seperti bau timah dan tembaga yang dipanaskan terlalu lama. Kau tahu, mereka selalu membawa emblem tembaga di ikat pinggang mereka," Dragomir menjelaskan. "Oh, itu menarik. Jadi, semua orang punya bau untuk dikenali?" "Ya," "Bagaimana kalau orang itu menggunakan parfum?" "Itu tidak terlalu membantu, setiap manusia punya baunya sendiri." Kata Dragomir.
882 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
Cinta Terpendam Sang CEO

Cinta Terpendam Sang CEO

Menurutnya tidak ada yang bau dari dirinya, tapi mengapa Kania mengatakan bahwa dirinya bau? Ya, memang saat di pelabuhan dirinya sempat berkeringat, tapi sepertinya itu tidak akan membuat tubuhnya sampai bau. Kania terus menggeleng, bahkan mau muntah mencium bau Aldebaran. "Jangan mendekat!" Kania berkata masih dengan menutup hidung dan mulutnya.
109.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Dibasuh Empat Nyonya Cantik dan Menggoda

Matanya melotot menatap Baskara. ​"Kau pembohong besar, Baskara!" desis Sekar dengan suara bergetar. ​"Apa maksudmu?" ​"Jangan membantah lagi!" potong Sekar cepat, telunjuknya menunjuk tepat ke dada Baskara. "Kemejamu! Terdapat bau yang sangat kuat menempel di sana. Ini bukan bau embun pagi, dan ini jelas bukan wangi sabun mandi yang biasa kau pakai!"
1045.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kenapa ketiak bau sebelah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status