Dirty Office
Dokter itu mengernyitkan dahi sejenak, menatap suhu ruangan yang terasa sedikit lebih 'panas' dan melihat wajah kedua pasiennya yang tampak aneh.
"Maaf mengganggu istirahat Anda, Pak Keenan. Tapi jadwal pemeriksaan tetap harus dilakukan," kata Dokter Handoko sambil mendekati ranjang. "Lho, Pak Keenan... Kenapa wajah Anda berkeringat sekali? Apa AC di ruangan ini kurang dingin?"
Keenan berdehem keras, mencoba menutupi kegugupannya. "Ah, tidak. Saya hanya... Tadi baru saja melakukan beberapa push-up karena merasa pegal menunggu Aruna bangun. Begitulah."