Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Yang tersisa hanyalah bra putih sederhana, tipis, yang hampir tidak bisa menahan payudara ranum Nia yang kini terlihat lebih penuh, lebih menggiurkan.
Arka menelan ludah, matanya tertuju pada bra itu, jari-jarinya bergerak ke belakang, mencari kaitan. Dengan satu sentakan, bra itu terbuka, dan payudara Nia terlepas, penuh dan kencang, putingnya sudah mengeras, berwarna coklat muda kehitaman, menantang untuk disentuh.
"Oh, Nia..." desah Arka, suaranya serak, "kamu begitu indah."