Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

Kael berdiri di sampingnya, wajahnya datar tapi matanya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan. “Tidak ada jalan kembali setelah ini,” katanya. “Begitu kita masuk, kita tidak tahu akan berakhir di mana.” Bara tersenyum tenang. “Kita tidak pernah benar-benar tahu ke mana arah hidup membawa kita, Kael. Bedanya, kali ini kita sadar akan langkahnya.”
1.5K viewsCompletedAdded to Library 34 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Menentang Takdir di Bawah Langit Sunyi

Seperti konsep usang yang tidak lagi dipanggil. Langkahku melambat. Bukan karena lelah. Melainkan karena setiap gerakan kehilangan urgensi. Tanpa hukum, tidak ada momentum. Tanpa momentum, tidak ada arah yang terasa lebih benar dari yang lain. Aku bisa berjalan ke mana saja. Dan itu justru masalahnya. Di tengah zona mati ini, untuk pertama kalinya sejak aku mengambil jalan ketiga, muncul satu ketakutan yang tidak berisik:
10804 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
PEREMPUAN DI BALIK LENTERA

PEREMPUAN DI BALIK LENTERA

Ia menatap halaman kosong, dengan kegelisahan yang belum ia beri nama. Di antara mereka, belum ada jalan. Namun, arah telah terbentuk. Dan arah yang terbentuk, sekali terlihat, tidak pernah bisa benar-benar diabaikan.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

Saat Kau Pergi Tanpa Mengucap Kata Perpisahan

“Mustika! Mustika!” “Dimas!” Baskara membuka setiap pintu kamar satu per satu, memeriksa setiap sudut rumah tanpa terlewat. Kosong. Sepi. Tak ada seorang pun. Aku dan anakku benar-benar sudah pergi. Tanpa sepatah kata pun. Tanpa pamit. Baskara terduduk di sofa, suasana hatinya campur aduk.
10.0K viewsCompletedAdded to Library 209 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

“Kayak… dia mau ngejebak kita di sini.” Karina menghela napas, rasa cemas mulai berubah menjadi ketakutan. “Dimas, bilang sama aku… kita punya arah tujuan yang jelas, kan? Bukan cuma jalan tanpa arah?” Dimas menunjuk ke kejauhan, ke arah sebuah cahaya tipis di antara kabut abu. “Ke sana. Itu pintu yang Penunjuk maksud. Tapi kita harus sampai sebelum cahaya itu padam.”
101.3K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Setelah itu Baraka cepat-cepat tinggalkan si gadis yang masih tertegun di tempatnya mencari keputusan langkahnya sendiri. Mencari sesuatu yang tak diketahui arah dan tujuannya memang hal yang paling sulit. Pendekar Kera Sakti sendiri sempat bingung, mana arah yang harus ditujunya. Tak ada tanda-tanda, tak ada jejak yang bisa diikuti. Satu-satunya jalan ia mengikuti apa kata hati nuraninya sendiri.
1030.6K viewsOngoingAdded to Library 642 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
Menjelang Pernikahan

Menjelang Pernikahan

Keduanya sama-sama suka memaksa jika sudah dalam keadaan marah. “Kita kemana, Mbak?” tanya Si sopir taksi, setelah beberapa saat melaju tanpa arah yang dituju. “Jalan aja dulu, Pak. Nanti saya beritahu,” jawab Arisa, yang memang belum mengetahui hendak ke mana. “Pakai argo saja ya, Mbak?” Sopir itu bertanya lagi. “Iya, Pak. Silahkan.” Lebih dari satu jam berkeliling tanpa arah yang jelas, taksi itu kemudian berhenti di sebuah komplek pemakaman.
1018.6K viewsCompletedAdded to Library 559 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
Bersama Tanpa Terpaksa

Bersama Tanpa Terpaksa

Devan berdiri, meninggalkan Keenan benar-benar sendirian, membuat Keenan semakin frustrasi. Keenan takut kalau kelak ia benar-benar menyesal atas tindakannya saat ini. Namun, ia tidak tahu harus bagaimana untuk meluruskan jalannya yang sudah berkelok-kelok ini, ia tidak tahu jalan untuk kembali ke jalur yang bisa membuatnya tidak menembus jurang.
4.1K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
Ketulusan Hati  Istri Yang Tersakiti

Ketulusan Hati Istri Yang Tersakiti

Setelah keluar dari gedung dan kini berada di parkiran, Miranda harus mengatur nafasnya yang sudah ngos-ngosan. Miranda dapat melihat orang-orang yang sedang lalu-lalang di sekitarnya dan tidak satupun orang yang ia kenali. Dalam hati kecilnya, Miranda merasa ketakutan lantaran dirinya sama sekali tidak membawa uang tunai untuk menyawa ojek online. Selain itu juga, Miranda tidak tahu arah jalan menuju ke rumah Kelvin, sehingga semakin memperburuk suasana di hatinya. “Aku harus bagaimana?” gumam Miranda dalam hati.
1010.2K viewsCompletedAdded to Library 306 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
BUKIT TENGKORAK

BUKIT TENGKORAK

“Semoga saja. Abang sudah beberapa waktu tak keluar tenda.” “Aku rindu mengajar anak-anak mengaji seperti dulu. Mereka kekurangan guru, tak tahu sama sekali baca dan tulis. Apakah anak-anak itu masih hidup?” “Semoga saja, Bulan, dan yang terpenting setelah ini kita harus ke mana? Kita tak punya arah dan tujuan.” “Di manapun kita berada, selama berdua tidak ada masalah. Atau kita pergi ke Bukit Gayo saja, Bang?” tawaran dari Bulan untuk kembali ke kampung Kenanga.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as kesana kemari tanpa arah
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status