BUKIT TENGKORAK
“Semoga saja. Abang sudah beberapa waktu tak keluar tenda.”
“Aku rindu mengajar anak-anak mengaji seperti dulu. Mereka kekurangan guru, tak tahu sama sekali baca dan tulis. Apakah anak-anak itu masih hidup?”
“Semoga saja, Bulan, dan yang terpenting setelah ini kita harus ke mana? Kita tak punya arah dan tujuan.”
“Di manapun kita berada, selama berdua tidak ada masalah. Atau kita pergi ke Bukit Gayo saja, Bang?” tawaran dari Bulan untuk kembali ke kampung Kenanga.