SENDIAKALA
Azara berdiri di dekat jendela ruang tamu, melihat dengan hati-hati bagaimana Risam turun dari mobil dengan jasnya yang sedikit basah oleh tetesan air hujan yang mulai turun.
"Dia sudah kembali," ucap Azara dengan suara pelan, hati berdebar kencang karena campuran rasa senang dan cemas. Aiza yang sedang berdiri di belakangnya tersenyum dan mengangguk. "Ya, akhirnya. Nah sekarang adalah kesempatan yang tepat untuk kamu berdua bisa berbicara dan mengenal satu sama lain dengan lebih baik," katanya dengan nada yang penuh harapan. "Aku akan pergi sebentar ya, Azara. Ada beberapa keperluan di toko bahan makanan dekat sini. Semoga kamu bisa berkomunikasi dengan baik dengan Risam."
Hot Chapters