KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER
Kata-kata itu tidak menyertakan amarah yang berapi, ia lebih menyerupai janji yang dingin dan terukur.
Pak Surya hanya bisa mengucapkan, "Saya mengerti, Tuan Muda."
Setelah menutup telepon, Aksa menatap ke arah kampus yang masih berserak keriuhan kecil. Di sana, Tristan dan Saka kini berusaha bangkit, membersihkan sisa-sisa telur di jas mereka, wajah mereka memerah bukan hanya karena malu, melainkan karena kesadaran baru yang mulai menggeliat.