DESIRE DARK
“Omong kosong, sejak kapan kamu akui aku sebagai istri. Dari awal kita nikah, sampai detik ini kamu enggak pernah perduli. Kamu egois! Aku udah lakukan segalanya buat narik perhatian kamu. Jadi seperti yang kamu bilang, biar kamu lirik aku sedikit. Tapi nyatanya apa?”
“Pernah secuil aja kamu pikirin aku. Gimana yah istriku, kamu ga pernah belajar buat terima aku. Di saat aku udah menyerah, kamu tiba-tiba berubah. Aku lelah, aku tungguin kamu pulang. Apa yang kamu lakukan di luar sana? Apa, hah!” Aku benar-benar mengeluarkan unek-unekku. Sesuatu kekecewaan yang kutahan mati-matian.
Bab Populer