Pernah lihat teman baikmu hancur karena hubungan yang toxic? Aku sering jadi tempat curhat, dan satu hal yang kupelajari: air mata wanita nggak selalu tentang si lelaki itu sendiri. Kadang itu tentang harga diri yang remuk, ekspektasi yang meledak, atau kelelahan emosional. Daripada buru-buru kasih solusi, coba duduk bareng dia, tanya 'Apa yang paling sakit sekarang?' dengan tulus. Terkadang, ruang untuk didengar lebih berharga daripada seribu nasihat.
Setelah itu, ajak dia melakukan sesuatu yang menyenangkan—nonton film konyol, makan es krim tengah malam, atau maraton series rom-com. Tujuannya bukan melupakan, tapi mengingatkan bahwa hidupnya lebih besar dari satu orang. Perlahan-lahan, air mata akan berhenti ketika dia mulai melihat dirinya sendiri lagi.