Sang Pewaris
sahut gadis itu sambil menganggukkan kepala.
Keduanya lalu melangkah menuju lift, tepat ketika Bagas tiba di sana. Pria itu membungkuk hormat, menyapa Hamidah dan Alea sacara bergantian.
“Pagi, Oma! Pagi, Alea!” seru Bagas dengan senyum lebar. Pria itu tampak sangat bersemangat. Alea membalas sapaan Bagas dengan senyuman, sementara Hamidah hanya sedikit berdehem. Wajah tua itu kelihatan tidak suka melihat kehadiran Bagas disana. Sebenarnya Alea merasa heran, dengan sikap Hamidah pada Bagas, karena gadis itu tahu jika pria yang sekarang berada di depan mereka , juga cucu Wanita sepuh itu.
ตอนยอดนิยม